Makanan Berserat untuk Penderita Wasir, Bantu Lancarkan Pencernaan

Wasir atau ambeien dapat menimbulkan berbagai keluhan yang cukup mengganggu rasa gatal, tidak nyaman, nyeri, hingga perdarahan di sekitar anus bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman. Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengalami wasir adalah pola makan. Asupan serat yang cukup dapat membantu membuat feses lebih lunak dan mendukung proses buang air besar agar tidak perlu mengejan terlalu keras.

Lantas, makanan apa saja yang bisa menjadi pilihan? Berikut beberapa jenis makanan berserat yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.

Apa Itu Wasir atau Ambeien?

Wasir atau dalam istilah medis disebut hemoroid merupakan kondisi ketika pembuluh darah di sekitar anus atau bagian bawah rektum mengalami pembengkakan.Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, risikonya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Beberapa kebiasaan dan kondisi tertentu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya wasir, seperti kurang mengonsumsi serat, terlalu lama duduk, sembelit, diare berkepanjangan, obesitas, serta kebiasaan mengejan saat buang air besar.Karena itu, menjaga pola makan dan memperlancar buang air besar menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mencegah keluhan wasir semakin berat.

Cara Membantu Mencegah dan Mengatasi Keluhan Wasir

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memastikan kebutuhan serat dan cairan tubuh terpenuhi. Serat membantu meningkatkan volume sekaligus melunakkan feses sehingga proses buang air besar dapat berlangsung lebih mudah.Selain makanan berserat, cukup minum air putih dan tetap aktif bergerak juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Berikut beberapa makanan yang bisa menjadi pilihan.

1. Kacang-Kacangan

Berbagai jenis kacang-kacangan seperti kacang polong, lentil, buncis, dan kacang tanah dapat menjadi sumber serat. Kandungan serat di dalamnya membantu mendukung fungsi pencernaan dan menjaga agar buang air besar tetap lancar.

Kacang-kacangan juga cukup mudah dikombinasikan dengan berbagai menu makanan sehari-hari sehingga dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan serat.

2. Buah Pir

Buah pir tidak hanya memiliki rasa manis dan menyegarkan, tetapi juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Sebagian serat pada buah berada di bagian kulitnya. Oleh karena itu, pir yang sudah dicuci bersih dapat dikonsumsi bersama kulitnya untuk mendapatkan manfaat serat secara lebih optimal. Buah ini dapat dijadikan camilan sehat di antara waktu makan.

3. Sayuran

Sayuran merupakan salah satu sumber serat yang mudah ditemukan dan dapat dikonsumsi setiap hari.Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, dan berbagai jenis sayuran lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Agar lebih sehat, sayuran sebaiknya diolah dengan cara yang sederhana, misalnya dikukus, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak.

4. Gandum Utuh

Makanan yang berasal dari gandum utuh juga dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan asupan serat. Oatmeal, roti gandum utuh, dan beberapa jenis sereal berbahan gandum utuh dapat membantu memenuhi kebutuhan serat sekaligus menjadi pilihan menu sarapan.

Mengganti sebagian makanan berbahan tepung olahan dengan produk gandum utuh bisa menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki pola makan.

5. Buah-Buahan

Selain pir, berbagai buah lain juga dapat menjadi sumber serat. Apel, jeruk, kiwi, alpukat, dan buah beri merupakan beberapa pilihan yang bisa dimasukkan dalam menu sehari-hari.

Mengonsumsi buah secara rutin dapat membantu menjaga pola makan tetap seimbang sekaligus memberikan asupan vitamin dan mineral.

6. Oatmeal

Oatmeal merupakan makanan yang cukup praktis dan mengandung serat. Menu ini bisa dikombinasikan dengan buah segar agar kandungan nutrisinya semakin beragam.

Bagi orang yang mengalami masalah buang air besar, makanan tinggi serat seperti oatmeal dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga konsistensi feses.

Pentingnya Minum Air yang Cukup

Selain meningkatkan asupan serat, kebutuhan cairan juga tidak boleh diabaikan. Serat membutuhkan cairan agar dapat bekerja dengan baik dalam sistem pencernaan.

Minumlah air secara cukup sepanjang hari dan sesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Jika asupan serat meningkat tetapi cairan kurang, sebagian orang justru dapat mengalami kembung atau sembelit.

Hindari Kebiasaan Mengejan Terlalu Kuat

Ketika buang air besar, hindari mengejan terlalu keras. Kebiasaan tersebut dapat memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di sekitar anus dan berpotensi memperburuk keluhan wasir.

Jangan pula menunda buang air besar ketika sudah muncul dorongan untuk BAB. Membiasakan pola buang air besar yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Wasir memang sering kali dapat membaik dengan perubahan pola makan dan kebiasaan hidup. Namun, perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir. Jika perdarahan terjadi berulang, jumlahnya banyak, disertai nyeri berat, perubahan kebiasaan buang air besar, atau keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Mengonsumsi makanan berserat merupakan salah satu cara untuk membantu menjaga kelancaran pencernaan dan mengurangi risiko sembelit yang dapat memperburuk keluhan wasir. Kacang-kacangan, pir, sayuran, gandum utuh, buah-buahan, dan oatmeal dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan serat harian. Jangan lupa mengimbanginya dengan konsumsi air yang cukup dan kebiasaan hidup aktif.

Meski demikian, makanan bukan satu-satunya terapi untuk wasir. Jika gejala semakin berat atau muncul perdarahan dari anus, pemeriksaan medis tetap diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.

Leave a Comment